FSI UNISKA Gelar Seminar Internasional dengan Pembicara dari University Of Wisconsin USA

Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari semakin memperkuat posisinya sebagai s perguruan tinggi terkemuka di Kalimantan. Hal ini terlihat dari kegiatan yang diadakan oleh
Fakultas Studi Islam UNISKA yaitu seminar bertaraf internasional dengan menghadirkan Prof Dr Dustin Cowell yang merupakan profesor of arabic language and literature dari Universty of Wisconsin Madison USA.

Seminar diselenggarakan untuk memberikan edukasi lebih dalam lagi tentang Bahasa Arab di Dunia Internasional, dan bagaimana pembelajaran Bahasa Arab sekarang ini, terlebih Bahasa Arab sudah masuk dalam Bahasa Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ketua Panitia yaitu H.Abdul Hafiz yang juga merupakan Wakil Dekan III FSI bahwa seminar ini sangat penting, terutama bagi mahasiswa di Fakultas Studi Islam Uniska Banjarmasin.

“Kami ingin memberikan informasi dan pengetahuan kepada mahasiswa kalau Bahasa Arab itu penting, termasuk di era teknologi 4.0,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dekan FSI UNISKA, Galuh Nashrullah Kartika SAg MAg bahwa pihaknya mendatangkan Prof Dr Dustin Cowel untuk memotivasi mahasiswa agar semangat dalam belajar Bahasa Arab.

“Dustin Cowel bukan orang Arab, tapi ia bisa menguasai Bahasa Arab, tentunya ini bisa memotivasi mahasiswa kalau mereka yang bukan orang Arab juga bisa menguasai Bahasa Arab,” ujarnya.

Prof.Dr. Dustin Dowell, selaku Profesor of Arabic Language and Literature, dalam kuliah umunya memaparkan tentang peluang bahasa arab di dunia international dan tantangan yang dihadapi.

Beliau mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh bahasa Arab adalah serangan dari bahasa asing yang lain. Misalnya seperti bahasa Inggris yang justru lebih banyak digunakan di wilayah Timur Tengah dan juga serangan dunia hiburan dari Asia Timur yang membuat masyarakat lebih tertarik mempelajari bahasa tersebut seperti bahasa Korea dan Jepang.

Prof.Dr. Dustin Dowell memberikan saran bahwa pembelajaran bahasa Arab yang paling baik adalah dengan menggunakan Metode Komunikatif (Thariqah Ittishaliyah).
Metode Komunikatif ialah di mana pemblajaran lebih diarahkan dengan tata cara berdialog. Pembelajar langsung mempraktikkan bagaimana berdialog dengan suatu topik, misal pada topik “Alamat”. Pembelajar akan berdialog tentang hal tersebut seperti “aina taskun?”, “Ma’a man Taskun?”. Dan beliau menyarankan untuk lebih mengutamakan metode ini daripada lebih mempelajari gramatikal bahasa Arab. Kenapa? karena tantangan saat ini adalah problematika komunikasi bahasa Arab. Sedangkan untuk Gramatika bahasa Arab akan terjaga karena adanya Al-Qur’an dan Hadits.

Aula yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan ini terlihat penuh. Kegiatan ini selain diikuti lebih dari 500 orang Mahasiswa Uniska, juga sekitar 50 undangan, termasuk para guru Bahasa Arab Madrayah Aliyah se Kota Banjarmasin dan para Dosen Bahasa Arab di dalam dan luar Uniska, salah satunya Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Antasari Banjarmasin.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Studi Islam dan Ketua Panitia yang dibawakan dalam bahasa Arab. Dan ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Dr. Saifullah Abdussamad yang merupakan salah satu dosen FSI yang merupakan lulusan S3 Nail University, Sudan. Sebelum membawakan doa, beliau mengucapkan selamat datang dan terimakasih dalam bahasa Arab kepada Prof. Dustin. Kegiatan seminar dipandu oleh Muhammad Abdul Hamid yang merupakan mahasiswa Prodi PGMI UNISKA.

Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.
Share ke media sosial anda...!