Bank Kalsel Serahkan Bantuan Beasiwa untuk Mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Bank Kalsel memberikan beasiswa melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) kepada Mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjri dengan total beasiswa mencapai Rp812 juta dan diberikan dalam dua tahap yaitu tahap pertama Rp276 Juta dan tahap kedua Rp536 juta oleh Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Seminar Rektorat lantai 1 kampus Uniska Banjarmasin ini, dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan UNISKA Drs. H. Budiman Mustafa, Ketua Pembina yayasan UNISKA Hj. Rahmi Tajudinnor, Rektor UNISKA Prof. Abd. Malik, S.Pt., M.si., PhD., IPU., ASEAN, Eng , Wakil Rektor I Dr. H. Mohammad Zainul, SE., MM., dan Wakil Rektor III H. Idzani Muttaqin, ST., MT.

Sebanyak 800 mahasiswa dan mahasiswi yang kuliah di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Albanjari (Uniska MAB) akan diseleksi untuk mendapatkan 360 orang yang berhak mendapatkan bantuan beasiswa dari Bank Kalsel.

Dirut Bank Kalsel Hana Wijaya terkait kegiatan ini menegaskan,  Kalau dirinya sangat konsen dengan pendidikan. 

Disebutkan, Bank Kalsel memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dibawah BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang sudah ada Memorandum Of Understanding (MOU/ Nota Kesepahaman). Kata Hana Wijaya, 70 persen balik lagi ke Bank Kalsel dan 30 persen dipakai oleh BAZNAS. 

“Hal ini tentu kita apresiasi karena kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang memiliki prestasi bagus serta bagi mereka yang berpenghasilan rendah atau kurang mampu,” kata Rektor Uniska MAB

Disebutkannya saat ini Uniska MAB
memiliki lebih dari 20 ribu mahasiswa dan mahasiswi yang tersebar di tiga Provinsi, yaitu Kalsel, Kalteng dan Kaltim.

“Kami ingin mahasiswa kami tidak ada yang putus belajar di tengah jalan hanya terkendala biaya dan beasiswa ini sangat membantu,” ujarnya.

Selain itu ungkapnya
keinginan Pemerintah Daerah untuk mengatasi ancaman kemiskinan ekstrem, diantaranya membentuk pendidikan satu rumah untuk satu sarjana bagi masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan minim

“Ini bagian upaya bersama untuk memerangi kemiskinan ekstrem agar ke depan mewujudkan kehidupan sejahtera bisa terwujud,” terangnya.

Sementara itu Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya berharap bantuan dana sebesar Rp812 juta bagi mahasiswa dan mahasiswi ini bisa bermanfaat, “Setidaknya bisa meringankan beban biaya pendidikan mereka dan tugas kita bersama bagaimana memutus mata rantai kemiskinan terlebih pasca hantaman pandemi Covid-19,” ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya bersama Bappeda Provinsi Kalsel terus berupaya melakukan program jangka panjang.

“Untuk satu rumah satu sarjana ini minimal kebagian dari 13 Kabupaten dan Kota merata,” sebutnya.

Menurut Hanawijaya pentingnya pendidikan formal strata satu (S1) agar peluang mereka memperoleh pekerjaan atau berdikari lebih besar jika dibandingkan bagi mereka yang tidak menempuh pendidikan dengan tinggi.

“Kami mohon dukungan dan doa masyarakat banua agar Bank Kalsel bisa terus mengabdi serta terus memberikan pelayanan terbaik,” tukasnya.